Ditolak 9 PAC, Gus Firjaun Terpilih Aklamasi Ketua Pagar Nusa Jember

Iklan Semua Halaman

Ditolak 9 PAC, Gus Firjaun Terpilih Aklamasi Ketua Pagar Nusa Jember

06/07/2022


 Jember (jurnalbesuki.com) - Terpilihnya KH. Mohammad Balya Firjaun Barlaman atau yang lazim disapa Gus Firjaun sebagai Ketua Cabang Pagar Nusa Kabupaten Jember ternyata masih menyisakan persoalan. Beberapa Pengurus Anak Cabang menyatakan keberatan dan menyebut terpilihnya Firjaun sebagai peristiwa cacat prosedur di Konfercab.


Demikian diungkap Ahmad Ulinuha, pengurus Anak Cabang Pagar Nusa Kecamatan Ajung. Kepada sejumlah wartawan,Ulin menyatakan akan meminta PCNU untuk meneruskan penolakan itu kepada pengurus besar Pagar NUsa Pusat. 


"Beberapa poin yang membuat kami melakukan penolakan, salah satunya pembentukan panitia yang tidak prosedural dan organisatoris. Panitia dibentuk dengan proses kultural dan proses pemilihan tidak melibatkan seluruh PAC Pagar Nusa Jember," ujar Ulin, Senin (05/07/2022).


Senada Ulin, Ketua PAC Pagar Nusa Silo, Sigit Musthofa mengaku kaget ketika melihat ada nuansa pemilihan yang mengarahkan massa pemilih untuk menjadikan gus Firjaun sebagai ketua. “Bagi kami beliau notabene guru kami, tokoh nasional, kok mengurusi Pagar Nusa (Jember)? Bagaimana ya, kok guru kami disuruh mengurusi Pagar Nusa (Jember)? Kan beliau sudah ada lahan yang lebih besar dan luas untuk keumatan,” katanya.


Lagipula, lanjut Sigit, ada aturan di Pagar Nusa bahwa ketua harus pernah menjabat pengurus tingkat ranting, anak cabang, dan cabang. “Paling tidak calon ketua pernah menjabat pengurus dan punya nomor induk anggota,” katanya.


Sementara, Gus Firjaun sendiri tak terlalu ambil pusing dengan pihak yang mempersoalkan keanggotaannya di Pagar Nusa. “Aku bukan pendekar, aku kutilang (Kurus Tinggi Langsing). Kalau pendekar kan (akronim dari) pendek dan kekar. Aku iki kutilang,” katanya.


Pria berkacamata ini mengaku tak tahu apa pertimbangan pengurus-pengurus anak cabang Pagar Nusa di Jember memilihnya menjadi ketua cabang. “Sebetulnya saya tidak merasa layak memegang ini. Saya juga tidak tahu pertimbangan teman-teman seperti apa. Tapi kalau mereka mempercayakan kepada saya, saya ingin semua harus jadi satu,” kata Firjaun.


“Kami berharap ini bisa diterima semuanya. Bisa melebur jadi satu. Bisa jadi harmonis dengan perguruan lain. Bisa semakin mesra. Sama-sama satu pandangan, tidak lagi saling unggul-unggulan, saling gagah-gagahan. Kita saling bahu-membahu, karena setiap orang pasti punya kelemahan dan kelebihan,” kata Firjaun.


Firjaun mengaku tidak tahu ada berapa pengurus anak cabang yang memprotes konfercab tersebut. “Sekarang ingin memperbaiki atau ingin usrek-usrek? Silakan, kalau mau ngusrek-usrek. Misalkan saya dianggap tidak sah, saya tidak masalah. Silakan lakukan pemilihan lagi. Saya sama sekali tidak keberatan,” katanya.


Menurut Firjaun, penyelesaian persoalan tersebut merupakan kewenangan Pagar Nusa secara organisasi. “Saya masih belum mendapat SK. Silakan, mana yang menurut mereka benar,” katanya.


Jika sejumlah pengurus anak cabang mempersoalkan keabsahan caretaker, Firjaun menyatakan, itu merupakan kewenangan Pimpinan Pusat Pagar Nusa. “Itu bukan kewenangan saya,” kata Firjaun.(hans)