Sumber Air Ditemukan Dikedalaman 214 meter, Warga Desa Jatisari Rebutan Air Bersih

Iklan Semua Halaman

Sumber Air Ditemukan Dikedalaman 214 meter, Warga Desa Jatisari Rebutan Air Bersih

26/10/2023

Situbondo(jurnalbesuki.com) - Ini kabar gembira bagi warga Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo. Pasalnya, pengeboran air mulai  membuahkan hasil pada musim kemarau tahun 2023 ini, yakni sumber air ditemukan pada  kedalaman 214 meter.


Mengetahui  pengeboran air bersih  mulai menemukan sumber mata air, puluhan warga Desa Jatisari berbondong-bondong mengambil air bersih,  untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari.


"Alhamdulillah, dengan ditemukannya sumber mata  air, puluhan warga bisa memenuhi kebutuhan air bersih, mengingat pada musim kemarau tahun ini,  sumur banyak yang kering di Desa Jatisari,"ujar Sagiman, salah seorang warga setempat.


Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas PUPP Situbondo, Miftah mengatakan, diakui  pengeboran air dataran tinggi membutuhkan waktu,  untuk  mendapatkan sumber air. Bahkan, sumber air baru ditemukan di kedalaman 214 meter.


“Awal mula sumber air diprediksi ada  dikedalaman 150 meter. Namun setelah dilakukan pengeboran pada kedalaman tersebut air  tidak keluar, sehingga  proses pengeboran  dilakukan hingga kedalaman 214 meter, sehingga  air baru bisa keluar,” ujar Miftah, Kamis (26/10/2023).


Miftah menegaskan, air hasil pengeboran pada kedalaman 214 meter kwalitasnya sangat bagus. Selain bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga, namun air tersebut dapat  langsung   dikonsumsi. 


“Begitu mengetahui pengeboran mulai keluar air, saya langsung mencoba untuk minum. Selain rasanya  enak dan segar, kondisi airnya juga bersih,”bebernya. 


Lebih jauh Miftah menjelaskan, untuk sementara  warga  belum dapat memanfaatkan sumber air bersih itu secara normal. Sebab, saat ini sumber air tersebut masih masuk pada masa pumping  tes atau uji pemompaan selama dua hari.


“Selama dua hari  uji pemompaan. Itu dilakukan untuk mengetahui kondisi air yang keluar normal atau tidak. Bahkan, juga untuk mengetahui kualitas air,"katanya. 


Miftah menegaskan, jika air yang  keluar normal, pihaknya akan menyalurkan air tersebut ke rumah warga. Sehingga wargatidak perlu mengantri diarea pengemboran air bersih.


“Saat ini, kami  masih melakukan pemasangan jaringan sambungan pipa ke rumah warga. Total ada 153 sambungan rumah, Insya Allah pada akhir desember air tersebut bisa disalurkan ke rumah warga,"

pungkasnya.(ary)