Gerhana Matahari Total Akan Terjadi 2027, Dunia Gelap Gulita Dalam Durasi Lama -->

Iklan Semua Halaman

Gerhana Matahari Total Akan Terjadi 2027, Dunia Gelap Gulita Dalam Durasi Lama

19/01/2026

jurnalbesuki.com - Rilis terbaru dari para Astronom baru-baru ini adalah terjadinya Gerhana Matahari total yang pasti akan terjadi. Kejadian yang diprediksi terjadi pada tahun 2027 itu disebut akan memukau semua penduduk dunia karena akan berlangsung paling lama.

Peristiwa gerhana itu oleh para ahli astronomi dikenal sebagai Eclipse of the century karena durasi kejadiannya totalitas dan panjang serta jarang terjadi disepanjang abad 21 ini.


Para astronom menyebut perkiraan paling presisi adalah tanggal 2 Agustus 2027, ketika bulan bergerak persis diantara bumi dan matahari akan menyebabkan siang hari akan berubah menjadi gelap seperti pada malam hari. Dan kejadian itu akan dialami oleh beberapa benua. 


Totalitasnya diprediksi dapat mencapai sekitar 6 menit dan 23 detik, dan merupakan salah satu gerhana Matahari total terpanjang yang bisa diamati dari daratan dalam waktu lebih dari satu abad.



Ketika gerhana itu terjadi, maka kegelapan total akan menyapu sebagian wilayah Afrika bagian utara, Eropa Selatan, dan negara-negara arab dengan titik durasi yang paling lama terutama didaerag Mesir bagian timur laut.


Fenomena ini bukan sekadar soal kegelapan sesaat. Bagi banyak pengamat, korona, yakni atmosfer luar Matahari yang hanya terlihat saat gerhana total, akan muncul sebagai lingkaran cahaya halus di sekitar obyek Bulan yang menutupi Matahari, menawarkan pemandangan langit yang jarang terulang.


"Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk melihat salah satu pertunjukan alam paling dramatis dan langka di langit," ujar Dr. Emily Lawson, astronom dan pengamat gerhana, dikutip dari Floo Bits.


"Seluruh proses dari redupnya cahaya hingga totalitas penuh memberikan pandangan unik tentang dunia kita dan sistem Tata Surya," jelasnya.


Menurut para ahli, gerhana seperti ini menunjukkan betapa presisi orbit Bumi dan Bulan bekerja, dengan ukuran tampak Bulan cukup besar untuk sepenuhnya menutupi Matahari saat berada di posisi tertentu dalam orbitnya.


Peristiwa ini juga membawa kegembiraan bagi komunitas ilmiah dan penggemar astronomi di seluruh dunia. Banyak yang merencanakan perjalanan jauh hanya untuk menyaksikan totalitas penuh, sementara komunitas edukasi astronomi memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan sains kepada publik luas.


Meski gerhana Matahari parsial dan cincin (ring of fire) masih akan terjadi pada 2026 dan seterusnya, gerhana 2 Agustus 2027 diprediksi sebagai yang terdalam dan terlama hingga setelah tahun 2100, menjadikannya fenomena kosmik yang sangat dinantikan.(detik/hans)