Kesehatan (jurnalbesuki.com) - Air merupakan hal sangat penting bagi keberlangsungan tubuh manusia, namun tidak semua orang bisa memenuhi kebutuhan tersebut baik. Banyak orang justru mengabaikan kebutuhan air untuk menjaga keseimbangan tubuh.
![]() |
| Foto: ilustasi minuman Teh.(dok.kompas) |
Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebutkan bahwa mayoritas orang dewasa hanya mengkonsumsi air sekitar 5 sampai 6 cangkir dalam sehari. Padahal rekomendasi medis dan sejumlah hasil study menyarankan agar asupan air bagi tubuh dalam sehari harus mencapai antara 11 hingga 15,5 cangkir.
Sebagian orang menyatakan tidak begitu suka minum air karena rasanya hambar saja sehingga disiasati dengan mencampur gula dan rasa lain separti teh dan lainnya.
Kemudian muncul pertanyaan apakah secangkir air teh yang diminum setara dengan secangkir air putih? Apakah secangkir teh memiliki efektitas hidrasi yang sama kualitasnya dengan secangkir teh?
Apakah teh benar-benar menghidrasi tubuh?
Secara umum, meminum secangkir teh memberikan efek hidrasi yang sama dengan meminum secangkir air putih.
Dilansir dari Yahoo Health, Rabu (29/7/2026), ahli gizi Lauren Manaker, M.S., R.D.N., menjelaskan bahwa anggapan teh dapat memicu dehidrasi sebagian besar hanyalah mitos belaka.
Ia merujuk pada sebuah penelitian yang menemukan tidak ada perbedaan signifikan pada tingkat hidrasi antara partisipan yang mengonsumsi teh hitam dan mereka yang mengonsumsi air putih.
"Ini berarti bahwa, dalam jumlah yang diuji, teh hitam menghidrasi tubuh Anda sama baiknya dengan air putih," kata Manaker.
Kondisi tersebut tetap berlaku meskipun teh hitam memiliki kandungan kafein di dalamnya.
Senada dengan hal tersebut, ahli gizi Jessica Clancy-Strawn, M.A., R.D.N., mengungkapkan bahwa sifat diuretik pada teh tidak berdampak besar.
"Meskipun teh mengandung kafein, efek diuretiknya tergolong ringan dan tidak mengurangi hidrasi secara signifikan kecuali jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat besar," ungkap Clancy-Strawn.
Selain itu, Clancy-Strawn menambahkan bahwa meskipun penambahan gula dapat meningkatkan kadar glukosa darah secara singkat, yang mungkin sedikit menunda atau mengubah kurva hidrasi, hal tersebut tidak menghentikan proses hidrasi dalam tubuh.
Tidak hanya menghidrasi, teh juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan tambahan bagi tubuh.
"Teh cenderung memberikan keseimbangan, menyediakan hidrasi sekaligus manfaat kesehatan potensial lainnya," tambah Manaker.
Beberapa jenis teh herbal bahkan mengandung elektrolit yang dapat membantu proses hidrasi tubuh.
Jenis teh apa yang paling menghidrasi?
Ahli gizi Angel Luk, R.D., menjelaskan bahwa jenis teh bebas kafein memiliki tingkat hidrasi yang relatif lebih tinggi.
"Secara teknis, teh bebas kafein seperti peppermint dan chamomile akan lebih menghidrasi daripada teh yang mengandung kafein," ujar Luk.
"Namun sekali lagi, efek diuretik dari teh yang mengandung kafein sangat ringan dan tidak signifikan, sehingga teh herbal hanya relatif lebih menghidrasi," lanjutnya.
Clancy-Strawn turut memperjelas mengenai efektivitas teh herbal bagi tubuh. "Teh herbal seperti mint, chamomile, rooibos, hibiscus (kembang sepatu), dan jahe menghidrasi persis seperti air putih karena tidak mengandung kafein dan tidak menyebabkan efek diuretik," jelas Clancy-Strawn.
Berapa banyak batas aman minum teh setiap hari?
Mengenai batas aman konsumsi harian, Manaker menyatakan bahwa mengonsumsi teh dalam jumlah sedang tergolong aman dan bahkan bermanfaat bagi tubuh. Takaran yang direkomendasikan adalah sekitar 3 hingga 5 cangkir setiap hari.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti masalah pencernaan, sensitivitas terhadap kafein, hingga hambatan dalam penyerapan nutrisi tertentu akibat kandungan tanin di dalam teh.
Oleh karena itu, Anda tidak perlu ragu untuk menghitung secangkir teh di pagi hari sebagai bagian dari kuota asupan air harian Anda.(kpas/hans)

Komentar