Siswa SMA Sidoarjo Ungkap Rasa Bangga Bisa Tampil di JFC 2026 Jember -->

Iklan Semua Halaman

Siswa SMA Sidoarjo Ungkap Rasa Bangga Bisa Tampil di JFC 2026 Jember

27/07/2026

Jember (juralbesuki.com) - Syakirah, Siswa SMA Negeri 1 Sidoarjo mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya karena ikut tampil menjadi bagian dari gelar event berkelas dunia di Jember Fashion Carnival (JFC) 2026 yang digelar tanggal 24 - 26 Juli lalu.


Foto: Syakrah asal Sidoarjo yang tampil memukau di JFC 2026.(dok.detikjatim)

Sebagaimana dilansir detikjatim, bisa tampil di panggung JFC merupakan salah satu pencapaian sangat penting dalam hidup dan kariernya di dunia model dan pageant. Apalagi dalam tampilannya di JFC kemarin, Syakirah berkesempatan tampil ditengah kehadiran para tokoh nasional seperti Melati Tedja, Krisdayanti, Jollene Ferschea , andien dan para artis papan atas lainnya.


"Saya sangat bersyukur mendapat kepercayaan ini. Berdiri di panggung JFC adalah impian banyak model. Bisa tampil dalam satu rangkaian acara bersama tokoh-tokoh nasional seperti Krisdayanti, Andien, Melati Tedja, dan Jollene Ferischea menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya," ungkap Syakirah, Senin (27/7/2026).


Ia berharap, pengalaman tersebut menjadi awal perjalanan menuju pencapaian yang lebih besar.


"Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus berprestasi, mengharumkan nama Sidoarjo dan Jawa Timur, serta menginspirasi generasi muda agar berani bermimpi dan berkarya," ujarnya.


Ketika tampil di JFC kemarin, Syakirah dipercaya untuk mewakili Puteri Kebaya Remaja Jawa Timur untuk membawakan karya Ronie Parero. Penampilan Syakira nampak mencuri perhatian karena dinilai mampu menghidupkan karakter Rebirth yang menggambarkan semangat kebangkitan, transformasi, dan harapan melalui busana artistik.


Sementara itu, desainer Ronie Parero menjelaskan tema Rebirth yang diusung dalam karyanya lahir dari gagasan tentang kebangkitan dan transformasi yang dituangkan melalui sentuhan artistik dengan nilai budaya.


Menurut Ronie, pemilihan model dilakukan secara selektif agar pesan yang ingin disampaikan melalui busana dapat tersampaikan kepada penonton.


"Konsep Rebirth berbicara tentang kebangkitan, perubahan, dan harapan. Karena itu, saya membutuhkan model yang mampu menerjemahkan karakter busana, bukan sekadar memakainya," ujar Ronie.


Ia menilai Syakirah memiliki kualitas yang sesuai dengan konsep tersebut, baik dari sisi karakter, pembawaan, maupun rasa percaya diri saat berada di atas panggung.


"Syakirah memiliki aura, karakter, dan potensi yang kuat. Saya yakin ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar di industri fashion dan pageant Indonesia. Teruslah berkembang dan jangan pernah berhenti bermimpi," pungkasnya.(dtk/hans)