Khazanah (jurnalbesuki.com) - Anda yang ingin menurunkan berat badan, Kopi dan teh hijau adalah pilihan teratas sebagai pilihan teratas daftar minuman penyerta. Karena keduanya telah dinyatakan terbukti sebagai minuman yang berkalori rendah, gampang dicari.
![]() |
| Foto: Ilustrasi minuman Teh Hijau yang bagus untuk menurunkan lemak.(dok.detik) |
Kopi dan Teh hijau merupakan dua jenis minuman yang juga telah didukung oleh berbagai riset dan menyebut bahwa keduanya berfungsi membantu menurunkan berat badan. Sehingga cocok bagi mereka yang sedang berusaha memangkas berat badan dirinya.
Selain persoalan selera dan cita rasa yang disuka dari keduanya, sesungguhnya jenis kopi atau teh hijaukah yang paling bagus untuk membantu perjuangan anda menurunkan kandungan lemak dalam tubuh?.
Jika mengacu pada hasil penelitian para ahli gizi, walaupun kopi dan teh hijau bukanlah jenis minuman ajaib, akan tetapi keduanya merupakan komponen yang paling bagus untuk dimasukkan daftar menu diet yang dikonsumsi sehar-hari.
Biasanya seseorang lebih cenderung menggunakan satu diantara keduanya. Kalau sudah cocok dengan kopi, maka minuman jenis teh biasanya tak begitu diminati. Demikian juga sebaliknya, jika teh hijau merupakan jenis minuman yang dicocoki, maka kopi tidak begitu menjadi pilihan.
Maka sebelum memilih jenis minuman yang membantu dalam proses menurunkan kadar lemak tubuh, ada baiknya anda mengenal karakter keduanya sekaigus memahami cara mengolahnya agar menjadi pas untuk perjuangan anda.
Efek Kopi untuk Bakar Lemak
Potensi kopi dalam menurunkan berat badan sebagian besar didorong oleh kandungan kafeinnya. Tak hanya itu, kopi juga kaya akan asam klorogenat, yaitu polifenol yang berperan dalam metabolisme dan pengaturan gula darah.
Penelitian menunjukkan, kafein dapat membantu penurunan berat badan, indeks massa tubuh (IMT), hingga lemak tubuh secara moderat. Asupan kopi berkafein secara rutin dikaitkan dengan penurunan lemak perut dan lemak visceral atau lemak dalam organ tubuh.
"Kopi bukanlah solusi ajaib untuk menurunkan berat badan, tetapi memang bermanfaat," ujar ahli gizi Rachael Ajmera, MS, RD, dikutip dari Eating Well.
Namun, Rachael mengingatkan, bahan tambahan dalam cangkir kopi sangat menentukan hasilnya.
"Kopi hitam polos itu rendah kalori. Tapi kalau ditambahkan banyak gula, sirup perasa, dan krimer, kalori akan melonjak tajam dan meniadakan potensi manfaat penurunan berat badannya," tegasnya.
Efek Teh Hijau Bagi Metabolisme
Di sisi lain, teh hijau mengandalkan kombinasi senyawa unik berupa katekin. Terutama epigallocatechin gallate (EGCG) dan sedikit kafein.
Ahli gizi Johannah Katz, MA, RD, menjelaskan bahwa senyawa dalam teh hijau bekerja dengan memicu pembakaran energi dan oksidasi lemak. Teh hijau juga membantu mengurangi nafsu makan, membatasi penyerapan lemak di saluran pencernaan, serta mendorong tubuh membakar lebih banyak kalori.
Selain itu, mengganti minuman manis kemasan dengan teh hijau tanpa pemanis adalah langkah mudah untuk memangkas asupan kalori harian tanpa merasa 'tersiksa'.
Kopi Vs Teh Hijau, Mana yang Lebih Unggul?
Ahli gizi menyebut kopi sedikit lebih unggul dibandingkan teh hijau dalam hal menurunkan berat badan.
"Keduanya bagus untuk rencana penurunan berat badan. Tapi jika harus memilih salah satu, kopi tanpa pemanis mungkin sedikit lebih unggul karena kandungan kafeinnya biasanya lebih tinggi," jelas Johannah Katz.
Meski demikian, perbedaannya tidak terlalu signifikan. Pilihan antara kopi atau teh hijau sebenarnya kembali ke selera masing-masing, selama disajikan tanpa gula atau pemanis tambahan.
Tips Diet Lainnya yang Perlu Diterapkan
Para ahli mengingatkan bahwa mengandalkan minuman saja tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa disertai dengan perubahan gaya hidup. Berikut beberapa tips utama untuk menurunkan berat badan secara konsisten:
- Catat kebiasaan harian: Pantau apa yang dikonsumsi, seberapa banyak bergerak, dan pola tidur untuk menemukan area yang perlu diperbaiki.
- Buat target spesifik: Alih-alih 'ingin makan sehat', buat target konkrit seperti menambahkan porsi sayur di makan malam 3 kali seminggu.
- Rutin bergerak: Tidak harus selalu ke gym, olahraga bisa berupa jalan kaki, berenang, atau bersepeda yang disukai agar konsisten.
- Cukupi tidur dan kelola stres: Kurang tidur dan stres kronis dapat mengacaukan hormon nafsu makan, membuat tubuh lebih gampang lapar dan menimbun lemak.(dtk/hans)

Komentar