Festival Tari Gandrung Sewu 2026, Seleksi Penari Kolosal Mulai Digelar -->

Iklan Semua Halaman

Festival Tari Gandrung Sewu 2026, Seleksi Penari Kolosal Mulai Digelar

25/07/2026

Banyuwangi (jurnalbesuki.com) - Festival Gandrung Sewu yang menjadi agenda Tahunan Banyuwangi sejak saat ini sudah mulai dipersiapkan. Proses seleksi penari telah mulai dilakukan untuk mencari penari terbaik agar kuota seribu terpenuhi. Proses seleksi dilakukan secara bergiliran diseluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi.


Foto: Seleksi penari untuk Festival Gandrung Sewu Banyuwangi.(dok.bwitourism)

Festival Gandrung Sewu yang rencananya akan digelar pada 24 Oktober 2026 itu akan dihadirkan dengan mengusung tema besar Kembang Dermo. Karena merupakan agenda yang sangat dinanti warga, maka panitia pelaksana sangat ketat dalam seleksi mencari bibit penari gandrung.


Pencarian calon penari kolosal telah dimulai dari kota Banyuwangi sebagai titik awal. Seleksi dikota Banyuwangi sendiri telah dilakukan pada tanggal 23 Juli 2026 lalu. Seleksi akan diteruskan dengan mencari ke wilayah Kabupaten Banyuwangi yang lain.


Pada tahun 2026, Festival Gandrung Sewu kembali berhasil masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN), program strategis dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI).


Ketua Paguyuban Pelatih Tari dan Seniman Banyuwangi (Patih Senawangi), Suko Prayitno, menjelaskan, tema Kembang Dermo diambil dari filosofi lokal yang menyimbolkan sebuah keikhlasan.


“Antusiasme para siswa untuk mengikuti seleksi penari ini sangat tinggi. Tahun ini tidak kurang dari 1.000 penari akan memeriahkan Gandrung Sewu 2026,” jelasnya.


Suko menyebut, para peserta audisi sudah memiliki dasar kemampuan menari yang sangat bagus. Oleh karena itu, tim selektor harus bekerja ekstra ketat untuk menyaring dan memilih kandidat terbaik.


Untuk menjangkau seluruh bakat lokal di Kabupaten Banyuwangi, proses audisi dilaksanakan secara bergilir berdasarkan zona sektor kecamatan mulai 23 hingga 30 Juli 2026. Tahap awal seleksi dimulai pada Kamis, 23 Juli 2026 untuk wilayah Banyuwangi, Kabat, Wongsorejo, dan Kalipuro.(ngpbrg/hans)